Pentingnya Mengetahui BEP Sebelum Beralih Pompa

Mengganti pompa diesel dengan pompa tenaga surya merupakan keputusan yang perlu dipikirkan dengan baik. Selain melihat kemampuan pompa, pengguna juga perlu mengetahui biaya yang harus dikeluarkan.

Salah satu cara untuk menilai keputusan tersebut adalah dengan menghitung Break Even Point atau BEP. Perhitungan ini membantu mengetahui berapa lama investasi baru dapat kembali melalui penghematan biaya.

Harga BBM menjadi salah satu bagian penting dalam hitungan tersebut. Ketika biaya BBM cukup besar, penggunaan pompa alternatif dapat memberikan peluang penghematan yang lebih tinggi.

Namun, keputusan beralih pompa tidak cukup hanya berdasarkan harga BBM. Biaya investasi, perawatan, lama pemakaian, kebutuhan air, dan kondisi lokasi juga perlu diperhatikan.

Dengan perhitungan yang tepat, pengguna dapat mengetahui apakah investasi pompa baru sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran.

Mengenal Konsep Break Even Point

Break Even Point adalah titik ketika hasil penghematan sudah sama dengan biaya awal yang dikeluarkan.

Dalam peralihan pompa diesel ke tenaga surya, BEP menunjukkan waktu yang dibutuhkan agar penghematan dari biaya operasional dapat menutup investasi awal.

Sebagai contoh, sebuah sistem tenaga surya membutuhkan biaya awal Rp75.000.000. Jika sistem tersebut mampu menghasilkan penghematan bersih Rp3.000.000 setiap bulan, maka waktu BEP dapat dihitung dari kedua angka tersebut.

Rumus sederhananya adalah:

BEP = Biaya Investasi Awal ÷ Penghematan Bersih per Bulan

Dengan angka tersebut:

Rp75.000.000 ÷ Rp3.000.000 = 25 bulan

Artinya, berdasarkan contoh sederhana ini, titik impas diperkirakan tercapai dalam waktu 25 bulan.

Perlu diingat, angka tersebut hanya contoh. Hasil sebenarnya dapat berbeda karena setiap pompa memiliki biaya dan pola penggunaan yang berbeda.

Cara Menghitung Titik Impas

Langkah pertama adalah mengetahui biaya pompa yang sedang digunakan.

Catat konsumsi BBM, lama pemakaian, jumlah hari operasi, dan biaya perawatan. Data tersebut akan menjadi dasar untuk mengetahui biaya pompa diesel dalam satu bulan atau satu tahun.

Selanjutnya, hitung biaya sistem pengganti. Masukkan harga pompa, panel surya, kontroler, rangka, kabel, pemasangan, dan bagian lain yang memang dibutuhkan.

Setelah itu, bandingkan kedua biaya tersebut.

Jika sistem baru membutuhkan biaya awal yang besar, penghematan setiap bulan akan menentukan seberapa cepat investasi dapat kembali.

Karena itu, semakin lengkap data yang digunakan, semakin mudah pula pengguna memahami hasil BEP.

Contoh Perhitungan Praktis

Misalnya, sebuah pompa diesel digunakan selama 5 jam setiap hari dan bekerja selama 20 hari dalam satu bulan.

Pompa tersebut memakai sekitar 2 liter BBM per jam. Maka kebutuhan BBM bulanannya adalah:

2 liter × 5 jam × 20 hari = 200 liter.

Sebagai contoh, gunakan harga BBM Rp15.000 per liter.

Biaya BBM per bulan menjadi:

200 liter × Rp15.000 = Rp3.000.000.

Dalam satu tahun, biaya BBM mencapai:

Rp3.000.000 × 12 = Rp36.000.000.

Kemudian, misalnya biaya perawatan pompa diesel mencapai Rp4.000.000 per tahun. Total biaya tahunan menjadi sekitar Rp40.000.000.

Sekarang anggap pengguna ingin memasang sistem pompa tenaga surya dengan biaya awal Rp75.000.000. Biaya perawatan sistem baru diperkirakan Rp2.000.000 per tahun.

Maka penghematan bersih dalam contoh ini adalah:

Rp40.000.000 − Rp2.000.000 = Rp38.000.000 per tahun.

Jika dibagi rata selama 12 bulan, penghematannya sekitar Rp3.166.667 per bulan.

BEP kemudian menjadi:

Rp75.000.000 ÷ Rp3.166.667 = sekitar 24 bulan.

Jadi, berdasarkan contoh tersebut, titik impas berada di sekitar dua tahun.

Angka ini hanya digunakan untuk menunjukkan cara menghitung. Harga BBM, biaya pompa, dan biaya pemasangan dapat berbeda pada setiap lokasi.

Mengapa BEP Perlu Diketahui Sebelum Beralih?

BEP membantu pengguna melihat hubungan antara biaya awal dan penghematan.

Tanpa perhitungan, investasi pompa baru mungkin hanya dinilai dari harga pembelian. Padahal, biaya operasional selama bertahun-tahun juga memiliki pengaruh besar.

Dengan mengetahui BEP, pengguna dapat memperkirakan kapan biaya awal mulai tertutup oleh penghematan.

Selain itu, hasil BEP dapat menjadi bahan perbandingan sebelum memilih sistem pompa yang sesuai.

Baca Juga :  Menghitung Efisiensi Penggunaan Pompa Air Surya

Hubungan BEP dengan Harga BBM

Harga BBM memiliki hubungan langsung dengan biaya pompa diesel.

Jika harga BBM meningkat, biaya penggunaan pompa diesel juga dapat meningkat selama jumlah pemakaian tidak berubah.

Akibatnya, penghematan setelah mengurangi penggunaan BBM dapat menjadi lebih besar. Kondisi tersebut dapat membuat waktu BEP menjadi lebih singkat.

Sebaliknya, jika harga BBM lebih rendah, penghematan dapat menjadi lebih kecil.

Oleh karena itu, perhitungan BEP sebaiknya menggunakan lebih dari satu skenario harga BBM.

Menghitung Biaya Pompa Diesel

Biaya pompa diesel tidak hanya berasal dari BBM.

Pengguna juga perlu memperhatikan oli, pemeriksaan mesin, penggantian bagian yang rusak, dan biaya perawatan lainnya.

Selain itu, biaya untuk membawa BBM ke lokasi perlu diperhatikan jika sumber BBM cukup jauh.

Semua biaya tersebut dapat dikumpulkan untuk mendapatkan gambaran biaya yang lebih lengkap.

Dengan cara ini, perbandingan dengan sistem tenaga surya tidak hanya melihat harga BBM saja.

Menghitung Biaya Pompa Tenaga Surya

Sistem tenaga surya juga memiliki biaya awal yang perlu dihitung.

Komponen yang digunakan dapat meliputi panel surya, pompa, kontroler, rangka, kabel, pengaman listrik, dan biaya pemasangan.

Besarnya biaya bergantung pada kebutuhan pompa dan kondisi lokasi.

Karena itu, pengguna sebaiknya tidak memakai satu angka harga sebagai patokan untuk semua proyek.

Perhitungan yang lebih baik dilakukan berdasarkan kebutuhan air, sumber air, tinggi dorong, jarak penyaluran, dan lama penggunaan.

Menghitung Penghematan Bulanan

Setelah biaya pompa lama dan biaya sistem baru diketahui, hitung selisih biaya bulanannya.

Misalnya, pompa diesel membutuhkan Rp3.000.000 untuk BBM setiap bulan. Jika sistem baru memiliki biaya berjalan yang lebih rendah, selisihnya menjadi potensi penghematan.

Namun, biaya perawatan sistem baru tetap perlu dimasukkan.

Dengan demikian, penghematan yang digunakan untuk menghitung BEP bukan sekadar selisih biaya BBM.

Cara tersebut membuat hasil hitungan menjadi lebih realistis.

Menghitung BEP dalam Bulan

BEP dalam bulan dapat dihitung dengan membagi investasi awal dengan penghematan bersih setiap bulan.

Misalnya:

Investasi = Rp75.000.000

Penghematan = Rp3.000.000 per bulan

Maka:

Rp75.000.000 ÷ Rp3.000.000 = 25 bulan

Hasil tersebut berarti investasi diperkirakan kembali dalam 25 bulan berdasarkan asumsi yang digunakan.

Setelah melewati waktu tersebut, penghematan berikutnya tidak lagi digunakan untuk menutup biaya awal yang sama.

Mengubah BEP Menjadi Tahun

BEP dalam bulan dapat diubah menjadi tahun agar lebih mudah dipahami.

Sebagai contoh, 24 bulan sama dengan sekitar 2 tahun. Sementara itu, 36 bulan sama dengan sekitar 3 tahun.

Dengan melihat hasil dalam tahun, pengguna dapat membandingkannya dengan rencana penggunaan pompa.

Jika pompa akan digunakan dalam jangka panjang, hasil BEP menjadi salah satu informasi penting dalam menilai investasi.

Bagaimana Jika Harga BBM Naik?

Kenaikan harga BBM dapat mengubah hasil BEP.

Misalnya, biaya BBM sebelumnya dihitung dengan harga Rp15.000 per liter. Jika harga berubah menjadi Rp17.000, biaya bulanan akan ikut meningkat.

Dengan konsumsi 200 liter per bulan, selisih harga Rp2.000 per liter menghasilkan tambahan biaya:

200 liter × Rp2.000 = Rp400.000 per bulan.

Dalam satu tahun, tambahan biaya tersebut menjadi Rp4.800.000.

Contoh ini menunjukkan bahwa perubahan harga BBM dapat memengaruhi biaya pompa diesel dan hasil perhitungan BEP.

Membuat Skenario Harga BBM

Karena harga BBM dapat berubah, buat beberapa skenario sebelum mengambil keputusan.

Sebagai contoh, gunakan harga BBM rendah, harga BBM saat ini, dan harga BBM yang lebih tinggi.

Selanjutnya, hitung kembali biaya pompa diesel pada setiap kondisi tersebut.

Hasilnya dapat menunjukkan apakah waktu BEP tetap menarik ketika harga BBM berubah.

Dengan begitu, keputusan tidak hanya bergantung pada satu kondisi harga.

Memasukkan Biaya Perawatan

Biaya perawatan perlu dimasukkan dalam kedua sisi perbandingan.

Pompa diesel membutuhkan pemeriksaan mesin dan bagian pendukung. Sementara itu, pompa tenaga surya juga memerlukan pemeriksaan panel, kabel, pompa, dan kontroler.

Baca Juga :  Solusi Mengurangi Dampak Harga BBM pada Pompa Air

Jika biaya perawatan tidak dihitung, hasil BEP dapat terlihat lebih cepat dari kondisi sebenarnya.

Oleh sebab itu, gunakan perkiraan biaya yang masuk akal berdasarkan kondisi sistem.

Memperhitungkan Biaya Perbaikan

Perbaikan juga dapat memengaruhi hasil investasi.

Pompa yang sudah lama digunakan mungkin membutuhkan perbaikan lebih sering. Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya operasional.

Sebaliknya, sistem baru tetap memiliki risiko kerusakan pada komponen tertentu.

Karena itu, sebaiknya siapkan dana untuk perbaikan dalam rencana biaya jangka panjang.

Menyesuaikan dengan Lama Penggunaan

Lama penggunaan pompa memiliki pengaruh besar terhadap BEP.

Pompa yang digunakan setiap hari akan menghasilkan penghematan yang berbeda dari pompa yang hanya digunakan beberapa kali dalam sebulan.

Semakin sering pompa diesel digunakan, semakin besar pula kebutuhan BBM.

Dengan demikian, pengguna yang memiliki pemakaian tinggi perlu melihat potensi penghematan dalam jangka panjang.

Memperhatikan Kapasitas Pompa

Perhitungan BEP harus berjalan bersama dengan perhitungan kebutuhan air.

Pompa tenaga surya harus memiliki kapasitas yang sesuai dengan debit dan tinggi dorong yang dibutuhkan.

Jika kapasitas terlalu kecil, kebutuhan air mungkin tidak terpenuhi. Sebaliknya, sistem yang terlalu besar dapat membuat biaya awal meningkat.

Jadi, jangan memilih sistem hanya karena waktu BEP terlihat singkat.

Kesesuaian kapasitas tetap menjadi hal utama agar pompa dapat bekerja sesuai tujuan.

Mempertimbangkan Penampungan Air

Penampungan air dapat membantu mengatur waktu penggunaan pompa.

Pada sistem tenaga surya, air dapat dipompa ketika energi matahari tersedia lalu disimpan untuk digunakan sesuai kebutuhan.

Cara tersebut dapat membuat sistem lebih mudah digunakan untuk kebutuhan air yang berlangsung sepanjang hari.

Namun, ukuran penampungan harus disesuaikan dengan jumlah air yang dibutuhkan.

Tidak Mengabaikan Biaya Awal

Biaya awal sering menjadi perhatian utama ketika pengguna ingin beralih dari pompa diesel.

Investasi sistem tenaga surya memang dapat lebih besar pada awal pemasangan. Namun, penilaian tidak berhenti pada harga pembelian.

Biaya operasi dalam beberapa tahun juga perlu dihitung.

Dengan membandingkan investasi awal dan penghematan, pengguna dapat mengetahui apakah biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

Membandingkan BEP dengan Manfaat Lain

BEP bukan satu-satunya alasan untuk memilih sistem pompa baru.

Pengurangan ketergantungan pada BBM juga dapat menjadi manfaat. Selain itu, pengguna dapat mengurangi kebutuhan pengadaan dan penyimpanan BBM di lokasi.

Sistem tenaga surya juga dapat membantu ketika akses BBM sulit.

Walaupun begitu, semua manfaat tersebut tetap harus disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kebutuhan pompa.

Menggunakan Data Nyata untuk Keputusan

Data pemakaian yang nyata akan membuat hasil BEP lebih berguna.

Catat jumlah BBM yang digunakan. Kemudian, catat juga lama operasi, jumlah hari pemakaian, biaya perawatan, dan biaya perbaikan.

Setelah itu, gunakan data tersebut untuk membuat perhitungan.

Dengan cara ini, pengguna tidak hanya mengandalkan perkiraan.

Hasil akhirnya dapat menjadi dasar yang lebih kuat untuk menentukan apakah peralihan pompa layak dilakukan.

Kesimpulan

Mengetahui Break Even Point sebelum beralih dari pompa diesel ke pompa tenaga surya sangat penting. Perhitungan tersebut membantu pengguna memahami hubungan antara biaya investasi dan penghematan.

Harga BBM menjadi salah satu faktor utama karena perubahan biaya bahan bakar dapat memengaruhi biaya pompa diesel.

Namun, perhitungan BEP tidak boleh hanya melihat harga BBM. Biaya perawatan, biaya perbaikan, lama pemakaian, kapasitas pompa, kebutuhan air, dan biaya pemasangan juga perlu dimasukkan.

Sebagai contoh, investasi Rp75.000.000 dengan penghematan sekitar Rp3.166.667 per bulan menghasilkan BEP sekitar 24 bulan. Angka tersebut hanya ilustrasi dan perlu disesuaikan dengan data nyata di setiap lokasi.

Dengan perhitungan yang tepat, pengguna dapat mengetahui apakah investasi pompa tenaga surya sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, perbandingan beberapa skenario harga BBM dapat membantu membuat keputusan yang lebih aman untuk jangka panjang.

Adh -y

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US