Penggunaan pompa celup (pompa submersible) pada sumur bor pertanian maupun domestik sering kali berhadapan dengan masalah endapan pasir halus dan lumpur. Partikel padat yang masuk ke dalam bodi pompa dapat tersangkut di celah-celah impeller (kipas pendorong). Akibatnya, poros mesin terkunci, timbul suara berdengung dari control box, dan air sama sekali tidak mengalir.

Membiarkan pompa sumur dalam dalam kondisi terhalang atau macet tetapi tetap dialiri listrik sangat berbahaya karena dapat membuat dinamo panas hingga terbakar dalam waktu singkat.

Berikut adalah langkah-langkah praktis mengatasi pompa celup yang macet akibat pasir dan lumpur secara aman.

1. Segera Matikan Aliran Listrik Utama

Langkah pertama yang paling krusial ketika mendengar suara mendengung dari control box atau saat debit air mendadak terhenti total adalah mematikan sakelar listrik (MCB) secara langsung.

Jangan mencoba menyalakan dan mematikan sakelar berulang kali dengan harapan mesin dapat berputar kembali. Memaksa motor yang terkunci pasir untuk tetap berputar akan memicu lonjakan arus (ampere) dan merusak gulungan tembaga di dalam motor.

2. Angkat Unit Pompa dari Sumur Bor

Setelah aliran listrik dipastikan padam, angkat unit pompa submersible dari dalam sumur bor secara perlahan menggunakan tali seling pengaman.

  • Hindari Menarik Kabel: Selalu tarik pipa penyalur utama atau tali seling stainless steel, jangan pernah menarik kabel listrik agar isolasi sambungan di dalam air tidak putus.

  • Tampung di Wadah Bersih: Siapkan wadah atau alas bersih di permukaan tanah untuk melakukan pemeriksaan unit.

3. Membersihkan Filter Strainer dan Impeller

Setelah unit pompa terangkat ke permukaan, lakukan pembersihan komponen fisik:

  1. Lepaskan Saringan (Strainer): Buka baut penutup saringan intake bawah dan bersihkan sisa-sisa lumpur tebal atau kerikil yang menyumbat.

  2. Putar Poros Secara Manual: Gunakan obeng atau tang untuk memutar poros impeller secara perlahan searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam hingga sisa-sisa pasir gilingan keluar.

  3. Bilas dengan Air Bersih: Semprotkan air bersih bertekanan ke dalam celah-celah impeller untuk membilas partikel pasir hingga putaran poros terasa ringan kembali.

Aturan Penting Kedalaman Pemasangan: Saat menurunkan kembali pompa celup ke dalam sumur bor, pastikan untuk menaikkan posisinya minimal 1 hingga 2 meter lebih tinggi dari posisi semula. Langkah ini penting untuk mencegah bodi pompa menyedot kembali endapan lumpur tebal yang mengendap di dasar sumur.

4. Pencegahan Macet dengan Teknologi Soft-Start Tenaga Surya

Proses penyedotan air dari sumur berpasir memerlukan akselerasi motor yang tidak terlalu mendadak. Penggunaan pompa celup tenaga surya terbukti lebih aman menghadapi risiko macet.

Saran Pakar Teknis SuryaQua:

“Menerapkan sistem pompa celup tenaga surya—seperti pada teknologi SuryaQua atau standar efisiensi pompa Lorentz—dilengkapi dengan kontroler pintar bertenaga soft-start. Fitur ini memutar motor secara bertahap saat awal menyala sehingga menghalau endapan pasir terangkat secara mendadak ke dalam impeller.”

Kesimpulan

Mengatasi pompa celup yang macet akibat pasir dan lumpur membutuhkan tindakan cepat dengan mematikan listrik serta membersihkan komponen impeller secara menyeluruh. Mengatur ulang posisi kedalaman sumur akan menjamin pompa beroperasi kembali secara lancar dan awet.

Ingin memilih unit pompa celup tahan pasir dengan impeller khusus atau tertarik berkonsultasi mengenai pompa celup tenaga surya SuryaQua? Hubungi tim ahli SuryaQua sekarang juga untuk solusi teknis gratis dan penawaran bergaransi resmi!

Baca Juga :  Pompa Surya Lorentz Siap Sambut Listrik Massal Sumatera

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US