Memilih Pompa Tenaga Surya Lorentz Berdasarkan Luas Kebun Zaitun

Dalam memilih pompa tenaga surya untuk kebun zaitun, luas lahan merupakan salah satu parameter penting. Kebun kecil tentu mempunyai kebutuhan air berbeda dengan perkebunan intensif yang memiliki ribuan pohon.

Namun, luas lahan tidak boleh menjadi satu-satunya dasar. Kebutuhan air tanaman tetap harus dihitung berdasarkan kondisi iklim, umur tanaman, kepadatan tanaman, tanah, curah hujan, dan evapotranspirasi.

Penelitian pada kebun zaitun menunjukkan kebutuhan evapotranspirasi dapat berubah berdasarkan musim dan status air tanaman. Salah satu penelitian pada kebun zaitun beririgasi tetes mencatat rata-rata evapotranspirasi sekitar 2,18 ± 0,38 mm per hari dalam kondisi lingkungan tertentu. Angka tersebut bukan standar universal, tetapi menunjukkan mengapa perhitungan lokal penting.

Mengubah Kebutuhan Air Menjadi Debit

Setelah kebutuhan air harian diketahui, angka tersebut dapat diubah menjadi target volume pemompaan. Sebagai contoh, jika kebun membutuhkan 20 m³ per hari dan sistem pompa dirancang bekerja efektif selama 5 jam, kebutuhan rata-rata pemompaan sekitar 4 m³/jam.

Namun, angka tersebut belum memperhitungkan TDH dan variasi energi matahari. Oleh karena itu, spesifikasi pompa harus diperiksa pada titik kerja sebenarnya, bukan hanya berdasarkan angka daya motor.

Pembagian Zona Irigasi

Kebun zaitun yang luas dapat dibagi menjadi beberapa zona. Pembagian tersebut memungkinkan pompa memasok air secara bergantian.

Misalnya, kebutuhan total kebun adalah 40 m³ per hari. Daripada menjalankan seluruh jaringan sekaligus, kebun dapat dibagi menjadi empat zona dengan jadwal berbeda. Pendekatan tersebut dapat mengurangi kebutuhan debit sesaat sekaligus membantu menjaga tekanan pada jaringan.

Hubungan Kapasitas Pompa dan TDH

Pompa dengan debit tinggi belum tentu mampu memberikan hasil yang sama pada semua lokasi. Jika TDH meningkat, titik kerja pompa berubah.

Baca Juga :  Industri Bisa Tetap Untung Meski BBM Terus Naik

LORENTZ memiliki berbagai konfigurasi PS2. Referensi aplikasinya menunjukkan PS2-600 HR-07 dapat digunakan pada TDH 40 meter dengan debit sekitar 10 m³/hari dan generator surya 780 Wp pada salah satu instalasi di Indonesia. Contoh tersebut menunjukkan bahwa pemilihan pompa harus melihat kombinasi antara debit dan head.

Jangan Melupakan Sumber Air

Sumber air dapat berupa sumur, reservoir, kolam, atau sumber permukaan lainnya. Kedalaman sumber menentukan konfigurasi pompa.

Pompa permukaan dan pompa submersible memiliki aplikasi berbeda. LORENTZ menyediakan keduanya untuk kebutuhan pemompaan tenaga surya.

FAQ

Apakah kebun luas wajib menggunakan pompa besar?
Tidak selalu. Pembagian zona dapat membuat kebutuhan debit sesaat lebih kecil.

Berapa lama pompa harus bekerja?
Ditentukan oleh kebutuhan volume harian, debit pompa, dan energi matahari yang tersedia.

Mengapa TDH penting?
Karena pompa harus mengatasi elevasi, tekanan, dan kehilangan energi pada jaringan.

Kesimpulan

Dalam memilih pompa tenaga surya, luas kebun zaitun harus diterjemahkan menjadi kebutuhan volume air harian. Setelah itu, debit, TDH, pembagian zona, dan sumber air menjadi dasar pemilihan sistem Lorentz. Pendekatan tersebut membuat sistem lebih efisien dan mudah dikembangkan. PT SURYAQUA dapat menjadi mitra untuk membantu menghitung kebutuhan sistem berdasarkan kondisi kebun.

Baca Juga: https://suryaqua.com/2026/08/29/memilih-pompa-tenaga-surya-iot-untuk-zaitun-modern/

Ssv-y

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US