
Sistem penyiraman sprinkler (curah) merupakan pilihan favorit di perkebunan hortikultura, sayuran, dan tanaman holtikultura karena mampu mensimulasikan air hujan secara merata di seluruh area lahan. Namun, pengoperasian jaringan sprinkler membutuhkan pasokan tekanan (pressure) dan debit air yang cukup kuat serta stabil. Mengombinasikannya dengan pompa surface bertenaga surya adalah langkah tepat untuk mendapatkan sistem penyiraman otomatis yang bebas biaya BBM harian.
Sebagai unit pendorong utama, surface pump bertugas menyedot air dari embung, sungai, atau kolam penampungan dan menekannya masuk ke jaringan pipa distribusi menuju nozzle sprinkler.
Bagaimana langkah dan teknik menggabungkan pompa irigasi tenaga surya dengan sistem sprinkler agar dapat berputar optimal? Berikut panduan teknisnya.
1. Menghitung Total Tekanan (Operating Pressure) Nozzle Sprinkler
Setiap head sprinkler (baik tipe impact sprinkler maupun micro-sprinkler) membutuhkan tekanan kerja minimum agar dapat berputar dan menyemprotkan air secara maksimal.
-
Micro-Sprinkler: Membutuhkan tekanan sekitar $1,5 – 2,5\text{ Bar}$ ($\approx 15 – 25\text{ Meter Head}$).
-
Impact Sprinkler Standar: Membutuhkan tekanan $2,5 – 4\text{ Bar}$ ($\approx 25 – 40\text{ Meter Head}$).
Pastikan spesifikasi Total Dynamic Head ($H$) pada pompa surface Anda mampu memenuhi kebutuhan tekanan sprinkler ditambah dengan penurunan tekanan (pressure drop) akibat panjang alur pipa distribusi.
2. Membagi Lahan Menjadi Beberapa Blok Pengairan (Zoning System)
Memutar seluruh sprinkler di lahan seluas beberapa hektar secara bersamaan memerlukan kapasitas daya pompa yang sangat masif. Untuk efisiensi energi panel surya, gunakan teknik pembagian blok (zoning):
-
Bagi lahan perkebunan menjadi 2 hingga 4 blok penyiraman.
-
Pasang katup (solenoid valve atau ball valve) pada setiap percabangan pipa utama menuju blok lahan.
-
Operasikan penyiraman secara bergantian per blok. Hal ini membuat unit pompa kebun berukuran sedang ($1 – 3\text{ HP}$) sudah sangat cukup untuk mengairi seluruh area lahan secara bergantian.
3. Menggunakan Controller MPPT untuk Stabilitas Putaran Nozzle
Variasi intensitas cahaya matahari dapat memengaruhi tekanan air pada surface pump. Jika tekanan fluktuatif, jangkauan semprotan sprinkler akan memendek atau nozzle berhenti berputar.
Penggunaan paket pompa surface tenaga surya dari Suryaqua yang dilengkapi Solar Pump Controller MPPT (Maximum Power Point Tracking) memastikan perputaran motor tetap stabil. Controller menjaga tekanan air konsisten dari pagi hingga sore hari sehingga distribusi semprotan sprinkler tetap merata.
4. Pemasangan Filter Air (Disc/Screen Filter) Sebelum Jaringan Sprinkler
Air embung atau sungai sering kali mengandung kotoran seperti lumut dan pasir halus yang dapat menyumbat lubang nozzle sprinkler.
-
Pasang unit disc filter atau screen filter tepat di saluran keluar (outlet) pompa irigasi.
-
Pilih filter dengan kapasitas debit yang sesuai agar tidak menghambat aliran air dari surface pump menuju lahan.
Kesimpulan
Menggabungkan pompa surface tenaga surya dengan sistem sprinkler adalah solusi penyiraman perkebunan yang sangat efisien, otomatis, dan hemat energi. Dengan perhitungan tekanan head yang pas serta sistem pembagian blok dari Suryaqua, pengairan kebun Anda dijamin tersebar merata tanpa biaya bahan bakar harian.
Rekomendasi Ahli Suryaqua: “Ingin menggabungkan jaringan sprinkler perkebunan Anda dengan panel surya? Percayakan pada Suryaqua untuk perhitungan tekanan dan paket surface pump tenaga surya yang tepat agar semprotan sprinkler Anda berputar sempurna!”

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US