
Biaya operasional (operational expenditure atau OPEX) sistem pengairan merupakan faktor krusial yang menentukan tingkat margin keuntungan usaha perkebunan. Banyak pengelola lahan mengeluhkan besarnya anggaran harian yang harus dikeluarkan untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) solar atau membayar tagihan listrik PLN.
Untuk mengatasi tingginya pengeluaran tersebut, penggunaan pompa kebun berbasis tenaga surya menjadi alternatif favorit. Memanfaatkan jenis pompa surface yang diletakkan di atas permukaan tanah untuk menyedot air dari embung, sungai, atau kolam penampungan, teknologi ini menyerap energi gratis langsung dari sinar matahari.
Lantas, berapa sebenarnya kalkulasi biaya operasional tahunan untuk menjalankan sistem surface pump tenaga surya ini? Simak rincian lengkapnya berikut ini.
1. Biaya Energi dan Bahan Bakar: Rp0 / Tahun
Perbedaan paling signifikan antara mesin pompa konvensional dan pompa surface tenaga surya terletak pada komponen biaya energi:
-
Pompa Diesel / Bensin: Membutuhkan pembelian solar harian. Untuk satu unit pompa kapasitas sedang, biaya BBM harian berkisar Rp65.000–Rp130.000, atau setara dengan Rp23 juta hingga Rp46 juta per tahun.
-
Pompa Kebun Tenaga Surya: Menggunakan sinar matahari yang tersedia secara alami dan melimpah. Biaya bahan bakar dan tagihan listrik bulanan bernilai Rp0 (Nol Rupiah).
2. Biaya Perawatan Rutin (Maintenance): Sangat Minim
Mesin genset diesel memerlukan penggantian oli mesin berkala, penggantian filter solar, busi, serta perbaikan spare part yang aus akibat gesekan pembakaran. Total biaya perawatan pompa diesel bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta per tahun.
Sebaliknya, sistem pompa irigasi tenaga surya tidak memakai sistem pembakaran dalam:
-
Tanpa Oli & Filter: Tidak ada komponen aus yang membutuhkan penggantian cairan rutin.
-
Perawatan Sederhana: Cukup melakukan pembersihan permukaan panel surya dari debu/daun serta pembersihan pipa isap (suction) secara berkala.
-
Estimasi Biaya Perawatan: Hanya berkisar Rp200.000 hingga Rp500.000 per tahun (murni untuk biaya pembersihan/pemeriksaan mandiri).
3. Biaya Tenaga Kerja dan Logistik
Pengoperasian pompa diesel di lokasi perkebunan terpencil (off-grid) memerlukan biaya transport angkut drum BBM serta jam kerja staf untuk menyalakan mesin secara manual.
Sistem surface pump tenaga surya dari Suryaqua dilengkapi solar pump controller otomatis. Pompa akan menyala dan mati secara otomatis mengikuti terbit dan terbenamnya matahari. Hal ini menekan biaya operasional tenaga kerja dan mengeliminasi ongkos logistik BBM hingga 100%.
Perbandingan Total Biaya Operasional Tahunan (OPEX)
| Komponen Pengeluaran | Pompa Diesel Konvensional | Surface Pump Tenaga Surya |
| Bahan Bakar (BBM) | Rp23.000.000 – Rp46.000.000 |
Rp0
|
| Perawatan & Spare Part | Rp2.000.000 – Rp5.000.000 |
Rp200.000 – Rp500.000
|
| Biaya Logistik BBM | Ada (Tergantung Jarak Kebun) | Rp0 |
| Total OPEX per Tahun | Rp25.000.000 – Rp51.000.000 |
Rp200.000 – Rp500.000
|
Kesimpulan
Biaya operasional pompa surface tenaga surya per tahun hampir mendekati Nol Rupiah. Penghematan biaya hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya dari sektor BBM dan perawatan ini menjadikan teknologi tenaga surya dari Suryaqua sebagai investasi paling cerdas bagi bisnis perkebunan Anda.
Rekomendasi Ahli Suryaqua: “Beralih ke surface pump tenaga surya Suryaqua berarti memangkas hingga 98% biaya operasional pengairan kebun Anda per tahun. Alokasikan anggaran yang dihemat untuk peningkatan kualitas bibit dan pupuk demi hasil panen yang lebih melimpah!”

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US