Memilih Pompa Tenaga Surya LORENTZ untuk Lahan Pertanian Tanpa PLN

Memilih pompa tenaga surya menjadi langkah penting bagi petani yang mengelola lahan pertanian tanpa akses PLN. Sistem pompa surya dapat memanfaatkan energi matahari untuk mengalirkan air dari sumur, sungai, kolam, atau sumber lainnya menuju area tanaman. LORENTZ menyediakan sistem pompa surya yang dirancang untuk berbagai kebutuhan, termasuk irigasi pertanian. Sistem PS2, misalnya, tersedia dalam rentang daya 100 W hingga 4 kW dengan berbagai pilihan pompa.

Tanpa jaringan listrik, petani tidak harus bergantung sepenuhnya pada bahan bakar untuk mengoperasikan pompa. Panel surya menghasilkan listrik pada siang hari sehingga air dapat langsung dipompa atau disimpan dalam tangki untuk digunakan kemudian.

Tentukan Kebutuhan Air

Hitung Debit yang Dibutuhkan

Langkah pertama adalah mengetahui kebutuhan air tanaman. Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan berbeda. Luas lahan, jenis tanah, metode irigasi, dan kondisi cuaca juga memengaruhi volume air.

Petani sebaiknya menentukan kebutuhan air harian sebelum memilih model pompa. Jangan hanya melihat daya motor karena pompa berdaya besar belum tentu paling sesuai.

Perhatikan Total Dynamic Head

Total dynamic head atau TDH merupakan salah satu parameter penting. TDH mempertimbangkan ketinggian pengangkatan air dan kehilangan tekanan pada sistem perpipaan.

Semakin tinggi sumber air atau semakin jauh jalur distribusi, semakin besar kemampuan pompa yang diperlukan. Karena itu, data kedalaman sumur dan kondisi pipa harus dihitung sejak awal.

Sesuaikan Panel Surya

Pompa harus dipasangkan dengan kapasitas panel surya yang sesuai. LORENTZ menggunakan teknologi yang memungkinkan sistem mengoptimalkan energi dari modul fotovoltaik. Sistem PS2 juga memiliki SunSensor untuk membaca ketersediaan radiasi matahari dan menyesuaikan pengoperasian pompa.

Baca Juga :  Strategi Pengelolaan Air Kebun Nangka Menggunakan Solusi Pompa Tenaga Surya

Perhitungan panel tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan perkiraan. Kondisi lokasi, intensitas matahari, orientasi panel, serta kebutuhan air harian perlu diperhitungkan.

Pilih Sistem Berdasarkan Sumber Air

Jika air berasal dari sumur dalam, pompa submersible dapat menjadi pilihan. Untuk sumber air terbuka seperti kolam atau reservoir, pompa permukaan dapat lebih sesuai.

LORENTZ menyediakan berbagai tipe pompa untuk aplikasi submersible dan surface. Pemilihan tipe harus mengikuti karakteristik sumber air dan kebutuhan head.

FAQ

Apakah pompa surya bisa digunakan tanpa baterai?

Bisa. Sistem dapat memompa air ketika energi matahari tersedia. Air kemudian dapat disimpan di tangki untuk kebutuhan malam atau saat matahari kurang optimal.

Apakah pompa LORENTZ cocok untuk pertanian?

Ya. Produk LORENTZ memiliki berbagai sistem yang digunakan untuk irigasi. Salah satu referensi di Indonesia menggunakan PS2-200 untuk irigasi dengan TDH 15 meter, debit 20 m³ per hari, dan generator surya 600 Wp.

Kesimpulan

Memilih pompa tenaga surya untuk lahan pertanian tanpa PLN harus dimulai dari kebutuhan air, debit, TDH, sumber air, dan kapasitas panel surya. LORENTZ dapat menjadi salah satu pilihan karena menyediakan sistem terintegrasi untuk aplikasi pemompaan tenaga surya. Perencanaan yang tepat membantu sistem bekerja efisien dan mendukung irigasi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: https://suryaqua.com/2026/08/07/energi-surya-untuk-pertanian-di-lahan-tanpa-akses-pln/

Ssv-y

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US