Cara Menghitung Kebutuhan Pompa Lorentz untuk Sumur Dalam

Pemilihan pompa untuk sumur dalam sebaiknya dimulai dari perhitungan kebutuhan, bukan dari harga atau daya motor. Sistem yang terlalu kecil dapat gagal memenuhi kebutuhan air. Sebaliknya, sistem yang terlalu besar dapat meningkatkan biaya investasi tanpa memberikan manfaat yang sebanding.

Pompa tenaga surya membutuhkan perencanaan yang lebih terintegrasi karena pompa, panel surya, controller, dan jaringan perpipaan saling memengaruhi. Karena itu, kebutuhan air harus diketahui sebelum menentukan kapasitas pompa.

Pada aplikasi sumur dalam, dua parameter utama yang perlu diperhatikan adalah debit dan total head. Debit menunjukkan jumlah air yang harus dipindahkan. Total head menunjukkan beban yang harus diatasi pompa untuk membawa air dari sumber menuju titik penggunaan.

Dengan memahami kedua parameter tersebut, pengguna dapat menentukan sistem pompa Lorentz secara lebih tepat.

Tentukan Kebutuhan Air Harian

Langkah pertama adalah menghitung volume air yang dibutuhkan.

Untuk pertanian, kebutuhan air dapat dipengaruhi luas lahan, jenis tanaman, metode irigasi, dan jadwal penyiraman. Untuk peternakan, kebutuhan bergantung pada jumlah dan jenis ternak.

Misalnya sebuah lahan membutuhkan 30.000 liter air setiap hari. Angka tersebut menjadi target volume yang harus disediakan sistem.

Jika air ditampung dalam tangki, pompa dapat bekerja pada waktu ketika energi matahari tersedia. Air kemudian digunakan sesuai jadwal.

Cara ini membuat kebutuhan air lebih mudah diterjemahkan menjadi target pemompaan harian.

Hitung Debit yang Dibutuhkan

Setelah volume harian diketahui, tentukan debit pompa.

Secara sederhana:

Debit = Volume Air ÷ Waktu Pemompaan

Jika kebutuhan air mencapai 30.000 liter per hari dan sistem ditargetkan bekerja efektif selama 6 jam, kebutuhan debit rata-rata sekitar 5.000 liter per jam atau 83 liter per menit.

Angka tersebut belum menjadi dasar final pemilihan pompa. Debit harus dilihat bersama total head.

Pompa harus mampu menghasilkan debit tersebut pada kondisi head yang sebenarnya.

Tentukan Kedalaman Muka Air

Kedalaman sumur dan kedalaman muka air merupakan dua hal yang berbeda.

Misalnya sumur memiliki kedalaman total 100 meter, tetapi muka air berada pada kedalaman 60 meter. Dalam kondisi tersebut, pompa tidak otomatis membutuhkan kemampuan mengangkat air dari 100 meter.

Baca Juga :  Sumatera Maju Bersama Integrasi Pompa Air Tenaga Surya

Namun, posisi muka air dapat berubah ketika pemompaan berlangsung.

Karena itu, data muka air statis dan muka air dinamis perlu diketahui. Muka air dinamis menjadi perhatian khusus karena menunjukkan kondisi ketika pompa sedang mengambil air.

Jika muka air turun cukup jauh, total head sistem dapat meningkat.

Hitung Total Head

Total head menjadi salah satu parameter paling penting dalam memilih pompa tenaga surya.

Secara umum, total head terdiri dari beberapa bagian, yaitu kebutuhan pengangkatan air, perbedaan elevasi menuju titik tujuan, dan kehilangan tekanan pada jaringan perpipaan.

Misalnya muka air berada 60 meter di bawah permukaan. Air kemudian harus dialirkan ke tangki yang berada 5 meter di atas permukaan tanah.

Sebelum memperhitungkan kehilangan pada pipa, kebutuhan head sudah sekitar 65 meter.

Jika pipa memiliki kehilangan tekanan tertentu, nilai tersebut harus ditambahkan.

Karena itu, pompa yang dipilih harus mampu menghasilkan debit target pada total head tersebut.

Perhatikan Jaringan Pipa

Pipa memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja sistem.

Pipa yang terlalu kecil dapat meningkatkan kehilangan tekanan. Panjang pipa yang berlebihan juga dapat membuat pompa membutuhkan energi lebih besar.

Jumlah elbow, valve, filter, dan sambungan lainnya turut memengaruhi kehilangan tekanan.

Karena itu, desain perpipaan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemilihan pompa.

Penggunaan pipa dengan ukuran yang sesuai dapat membantu mengurangi kehilangan energi dan menjaga debit tetap sesuai target.

Sesuaikan Pompa dengan Kurva Performa

Setelah debit dan total head diketahui, langkah berikutnya adalah melihat kurva performa pompa.

Kurva tersebut menunjukkan hubungan antara debit dan head pada kondisi operasi tertentu.

Misalnya sistem membutuhkan debit 5 m³/jam pada total head 70 meter. Pompa harus memiliki kemampuan menghasilkan sekitar 5 m³/jam pada kondisi tersebut.

Jangan memilih pompa hanya karena spesifikasinya mencantumkan head maksimum 70 meter. Pada head maksimum, debit pompa bisa sangat rendah atau bahkan mendekati kondisi tanpa aliran.

Yang harus diperiksa adalah debit pada head yang dibutuhkan.

Prinsip ini sangat penting dalam pemilihan pompa untuk sumur dalam.

Baca Juga :  Kenapa Pompa Surya Jadi Andalan Industri Saat Ini

Hitung Kebutuhan Energi

Setelah kebutuhan hidrolik diketahui, kebutuhan energi dapat diperkirakan.

Energi dipengaruhi oleh volume air, head, efisiensi pompa, efisiensi motor, dan efisiensi sistem secara keseluruhan.

Semakin banyak air yang harus diangkat dan semakin tinggi head, semakin besar kebutuhan energinya.

Informasi ini kemudian digunakan untuk menentukan kapasitas panel surya.

Panel harus mampu menyediakan energi yang sesuai dengan pola operasi pompa.

Sesuaikan Panel Surya dan Controller

Panel surya tidak boleh dipilih secara terpisah dari pompa.

Kapasitas panel harus sesuai dengan kebutuhan energi dan karakteristik controller. Tegangan serta arus dari susunan panel juga harus berada dalam rentang yang diperbolehkan.

Controller kemudian mengatur energi dari panel untuk menjalankan motor pompa.

Kesalahan konfigurasi dapat membuat sistem tidak bekerja optimal atau berisiko mengalami gangguan.

Karena itu, spesifikasi pompa, motor, controller, dan panel harus diperiksa sebagai satu kesatuan.

Gunakan Tangki untuk Menyimpan Air

Sistem pompa tenaga surya tidak selalu harus menggunakan baterai.

Untuk kebutuhan air, tangki dapat menjadi media penyimpanan yang lebih praktis. Pompa bekerja ketika energi matahari tersedia dan mengisi tangki.

Air kemudian digunakan ketika dibutuhkan.

Misalnya pompa bekerja pada siang hari untuk mengisi tangki. Irigasi dapat dilakukan pada sore atau pagi hari sesuai kebutuhan tanaman.

Pendekatan ini membuat sistem pemompaan lebih fleksibel tanpa harus menyimpan seluruh energi listrik dalam baterai.

Kesimpulan

Menghitung kebutuhan pompa Lorentz untuk sumur dalam harus dimulai dari kebutuhan air, debit, kedalaman muka air, dan total head. Jaringan pipa juga perlu diperhitungkan karena dapat menambah kehilangan tekanan.

Setelah titik kerja diketahui, pengguna dapat mencocokkannya dengan kurva performa pompa. Selanjutnya, kebutuhan energi digunakan sebagai dasar untuk menentukan kapasitas panel surya dan controller.

Dengan pendekatan tersebut, pompa tenaga surya dapat dirancang berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar berdasarkan daya atau kedalaman sumur.

PT SURYAQUA membantu melakukan perencanaan sistem pompa tenaga surya sesuai kondisi lokasi. Mulai dari survei, penghitungan debit dan head, pemilihan pompa Lorentz, konfigurasi panel, hingga instalasi dan layanan purna jual, sistem dapat disiapkan secara terintegrasi.

Adh -y

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US