Peternakan sapi, kambing, ayam, dan ikan membutuhkan pasokan air yang stabil setiap hari — bukan hanya saat siang hari ketika listrik tersedia. Pompa air tenaga surya menjawab kebutuhan ini dengan menyimpan air di tandon kapasitas besar siang hari, lalu air mengalir ke kandang dan kolam melalui gravitasi sepanjang waktu.
Peternak yang bergantung pada pompa diesel atau PLN menanggung risiko ganda: biaya operasional tinggi dan risiko pasokan air terganggu saat solar langka atau listrik padam. Dengan pompa surya, kedua risiko itu hilang sepenuhnya.
Kebutuhan Air Harian per Jenis Ternak
Sebelum memilih pompa, harus diketahui berapa kebutuhan air aktual seluruh populasi ternak. Kebutuhan ini bervariasi signifikan antar jenis hewan dan kondisi iklim.
| Jenis Ternak | Kebutuhan Air/Hari | Skala 50 ekor | Skala 200 ekor | Rekomendasi Pompa |
|---|---|---|---|---|
| Sapi dewasa | 50–80 liter/ekor | 2.500–4.000 L | 10.000–16.000 L | LORENTZ PS2 (1–2 kW) |
| Sapi pedet | 15–25 liter/ekor | 750–1.250 L | 3.000–5.000 L | LORENTZ S1-200 |
| Kambing/domba | 3–8 liter/ekor | 150–400 L | 600–1.600 L | LORENTZ PS2-100 |
| Ayam broiler | 0,2–0,5 liter/ekor | 10–25 L/50 ekor | 40–100 L/200 ekor | PS2-100 (+ sistem) |
| Ayam petelur | 0,3–0,6 liter/ekor | 15–30 L/50 ekor | 60–120 L/200 ekor | PS2-100 |
| Ikan (kolam 500 m²) | Sirkulasi 10–20% vol/hari | 5.000–10.000 L | — | LORENTZ PS2 |
Sumber: FAO Livestock Watering Standards; disesuaikan kondisi tropis Indonesia.
Catatan: Tambahkan 30–50% dari total kebutuhan ternak untuk kebutuhan pembersihan kandang, sanitasi, dan evaporasi tandon di iklim panas.
Mengapa Pompa Surya Lebih Baik untuk Peternakan
Keandalan pasokan air:
Air adalah kebutuhan primer ternak — kekurangan air bahkan 6–12 jam bisa berdampak negatif pada produksi susu, pertumbuhan, dan kesehatan hewan. Pompa surya dengan tandon tampung yang cukup memastikan air selalu tersedia 24 jam, termasuk malam hari dan hari berawan.
Eliminasi biaya BBM:
Pompa diesel untuk kandang sapi 100 ekor bisa menghabiskan 3–5 liter solar per hari. Dengan harga solar industri saat ini, ini berarti Rp 45.000–75.000 per hari atau Rp 16–27 juta per tahun hanya untuk BBM pompa air. Kenaikan harga BBM yang terus berlanjut membuat beban ini semakin berat setiap tahun — seperti yang dibahas dalam artikel dampak kenaikan BBM terhadap biaya peternakan.
Tidak bergantung listrik PLN:
Daerah peternakan sering berlokasi di pinggiran kota atau pedesaan dengan pasokan listrik yang tidak stabil. Pemadaman PLN yang tidak terduga bisa mengganggu jadwal minum ternak. Pompa surya sepenuhnya independen dari grid PLN.
Rendah perawatan:
Pompa surya tidak memiliki komponen bergerak yang membutuhkan pelumasan, tidak ada busi yang perlu diganti, tidak ada karburator yang tersumbat. Perawatan utama hanya membersihkan panel surya secara berkala.
Sistem Pompa Surya untuk Peternakan: Komponen dan Cara Kerjanya
Sistem pompa surya peternakan yang optimal terdiri dari:
1. Panel surya (PV array)
Menghasilkan listrik DC dari cahaya matahari. Untuk pompa peternakan, umumnya dibutuhkan 2–8 panel 200 Wp tergantung kebutuhan debit dan kedalaman sumber air.
2. Controller pompa
“Otak” sistem — mengubah listrik DC dari panel menjadi daya penggerak motor pompa secara optimal. LORENTZ menggunakan teknologi MPPT untuk ekstraksi daya maksimal dari panel di berbagai kondisi cahaya.
3. Unit pompa submersible atau surface
Pompa submersible (dibenamkan di dalam sumur) paling umum untuk peternakan karena bisa mengangkat air dari kedalaman 10–200+ meter. Surface pump digunakan jika sumber air adalah kolam atau sungai dangkal.
4. Pipa distribusi dan tandon tampung
Tandon dengan kapasitas 2–3× kebutuhan air harian adalah kunci keberhasilan sistem. Tandon mengakumulasi air siang hari (saat panel berproduksi) untuk digunakan sepanjang waktu termasuk malam hari.
5. Float switch dan sensor dry-run
Float switch otomatis mematikan pompa saat tandon penuh, mencegah overflow. Sensor dry-run melindungi pompa jika sumber air tiba-tiba surut.
Sizing Pompa untuk Peternakan: Langkah Praktis
Langkah 1: Hitung total kebutuhan air harian (ternak + sanitasi + evaporasi)
Langkah 2: Tentukan jam operasional pompa (umumnya 6–8 jam efektif/hari)
Langkah 3: Hitung debit yang dibutuhkan = Total kebutuhan ÷ Jam operasional
Langkah 4: Ukur kedalaman sumber air dan jarak horizontal ke tandon
Langkah 5: Tentukan total head (kedalaman + jarak/friction loss)
Langkah 6: Pilih model pompa berdasarkan debit dan total head
Contoh kasus: Kandang sapi 80 ekor di NTT
- Kebutuhan air: 80 × 65 liter = 5.200 liter/hari
- Sanitasi + evaporasi 40%: 5.200 × 1,4 = 7.280 liter/hari
- Jam operasional: 7 jam
- Debit minimum: 7.280 ÷ 7 = 1.040 liter/jam
- Sumber: sumur 30 meter dalam, jarak ke tandon 50 meter
- Total head: ±35 meter
Rekomendasi: LORENTZ PS2 dengan controller 400–600 W + 2–3 panel 200 Wp
Rekomendasi Produk LORENTZ untuk Peternakan
Suryaqua sebagai sole agent resmi LORENTZ Indonesia menyediakan paket sistem pompa surya yang sudah disesuaikan untuk kebutuhan peternakan. Tim teknis Suryaqua menggunakan software LORENTZ COMPASS untuk menghitung kebutuhan tepat berdasarkan koordinat lokasi kandang, kedalaman sumber air, dan jumlah ternak.
LORENTZ PS2-100 — untuk kandang kecil (kambing < 100 ekor, ayam < 2.000 ekor)
Debit 26.500 liter/hari dengan 1 panel 200 Wp. Portable, mudah dipindah antar kandang.
LORENTZ S1-200 — untuk kandang sedang (sapi < 20 ekor, kambing < 200 ekor)
Debit 27.000 liter/hari, dilengkapi S-Connect App untuk monitoring dan jadwal pompa otomatis.
LORENTZ PS2 (150W–4 kW) — untuk kandang besar hingga skala komersial
Sistem yang sangat fleksibel, bisa pompa dari kedalaman hingga 450 meter. Cocok untuk peternakan sapi 50–500 ekor dengan sistem distribusi air multi-kandang.
LORENTZ PSk (5–100 kW) — untuk peternakan skala industri
Sistem hybrid solar + grid/genset. Operasional 24 jam, monitoring jarak jauh via LORENTZ Global. Cocok untuk feedlot besar dan peternakan terintegrasi.
Hubungi Suryaqua sekarang: WA +62 811-813-133 | suryaqua.com
Tim kami siap bantu sizing, instalasi, dan after-sales di seluruh Indonesia.
Lihat juga artikel terkait: rekomendasi terbaik pompa air tenaga surya untuk pertanian dan aplikasi pompa surya di sawah.
Studi Kasus: Peternakan Sapi Perah di Jawa Barat
Bu Wati mengelola peternakan sapi perah 45 ekor di Lembang, Bandung. Sebelumnya, pompa diesel dijalankan 2 kali sehari untuk memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi kandang.
Masalah lama:
- Solar habis → pompa mati → sapi kekurangan minum → produksi susu turun 15–20%
- Biaya solar: Rp 60.000/hari → Rp 1,8 juta/bulan
- Pompa diesel breakdown 3–4 kali/tahun, biaya perbaikan Rp 500.000–1,5 juta per kejadian
Setelah pasang LORENTZ PS2 (600W) + tandon 10.000 liter:
- Air selalu tersedia 24 jam dari tandon
- Biaya operasional pompa: Rp 0
- Produksi susu stabil karena sapi tidak pernah kekurangan minum
- Penghematan per tahun: Rp 21,6 juta (BBM) + Rp 3 juta (maintenance diesel) = Rp 24,6 juta
Investasi awal sistem LORENTZ PS2 dengan instalasi lengkap: sekitar Rp 35–45 juta. Balik modal estimasi 18–22 bulan.
Tips Instalasi Pompa Surya di Peternakan
Lokasi tandon: Pasang setinggi mungkin (minimal 2–3 meter dari permukaan kandang) agar air bisa mengalir gravitasi ke semua titik minum ternak tanpa pompa tambahan.
Kapasitas tandon: Minimal 2× kebutuhan air harian. Untuk peternakan di daerah dengan cuaca sering mendung (Jawa Barat, Sumatera), pertimbangkan tandon 3× kebutuhan harian.
Lindungi panel surya: Di peternakan, panel bisa terkena debu dari kandang, kotoran burung, atau bahkan terjangkau ternak. Pasang pagar pengaman sederhana dan jadwalkan pembersihan rutin.
Backup opsional: Untuk peternakan komersial dengan nilai ternak tinggi, pertimbangkan backup koneksi PLN via relay otomatis. LORENTZ PSk mendukung konfigurasi hybrid ini secara native.
FAQ — Pompa Surya untuk Peternakan
1. Apakah pompa surya cukup untuk peternakan di daerah yang sering berawan?
Ya, dengan ukuran tandon yang tepat. Tandon berkapasitas 2–3 hari kebutuhan air memastikan pasokan tetap ada meski 1–2 hari berawan penuh. Di daerah dengan cuaca ekstrem tidak menentu, sistem LORENTZ PSk dengan backup grid adalah solusi terbaik.
2. Bisakah pompa surya mengangkat air dari kedalaman 80 meter untuk kandang sapi?
Ya. LORENTZ PS2 tersedia dalam konfigurasi yang mampu mengangkat air dari kedalaman hingga 450 meter. Debit akan lebih rendah di kedalaman lebih dalam, sehingga sizing panel dan controller perlu disesuaikan. Suryaqua menggunakan LORENTZ COMPASS untuk kalkulasi yang akurat.
3. Berapa lama instalasi sistem pompa surya untuk peternakan?
Untuk sistem skala kandang kecil-sedang (PS2-100 atau S1-200), instalasi biasanya selesai 1–2 hari. Untuk sistem PS2 atau PSk dengan tandon besar dan jaringan distribusi multi-titik, instalasi membutuhkan 3–7 hari tergantung kompleksitas.
4. Apakah pompa LORENTZ aman digunakan untuk air minum ternak secara langsung?
Pompa LORENTZ menggunakan material stainless steel dan tidak mengkontaminasi air. Kualitas air yang dipompa sepenuhnya bergantung pada kualitas sumber air. Pastikan sumber air (sumur/sungai) memenuhi standar kualitas air minum ternak sebelum digunakan langsung.
5. Bagaimana cara memantau kinerja pompa di peternakan yang jauh dari rumah?
LORENTZ menyediakan platform LORENTZ Global — monitoring real-time dari smartphone atau komputer. Anda bisa memantau debit air, jam operasional pompa, level tandon (dengan sensor tambahan), dan menerima alert jika ada masalah, dari mana saja selama ada koneksi internet.

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US