Harga Panel Surya untuk Rumah Tipe 36 vs Tipe 70
Kenaikan tarif listrik secara berkala di Indonesia terus menjadi beban finansial yang signifikan bagi banyak rumah tangga. Meskipun berbagai upaya penghematan telah dilakukan, seperti mematikan lampu saat siang hari atau membatasi penggunaan pendingin ruangan (AC), angka pada tagihan bulanan seringkali tetap merangkak naik. Fenomena ini memicu lonjakan minat terhadap energi alternatif yang lebih mandiri, khususnya melalui adopsi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih, pemilik rumah dihadapkan pada pertanyaan krusial mengenai besaran investasi yang dibutuhkan, terutama mengingat perbedaan luas bangunan dan daya terpasang pada rumah tipe 36 dan tipe 70.
Mengapa Tagihan Listrik Tetap Membengkak Meski Sudah Hemat?
Banyak pemilik hunian merasa telah melakukan penghematan energi secara maksimal, namun tagihan listrik PLN tidak menunjukkan penurunan yang berarti. Salah satu alasan utamanya adalah penyesuaian tarif listrik yang dilakukan secara periodik untuk mengikuti fluktuasi harga energi global dan nilai tukar mata uang. Selain faktor eksternal tersebut, perubahan regulasi nasional baru-baru ini juga berdampak besar pada nilai ekonomis penggunaan panel surya bagi pelanggan residensial.
Berdasarkan regulasi terbaru yang tercantum dalam Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, skema ekspor-impor listrik telah resmi dihapus oleh pemerintah. Sebelumnya, kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel surya di siang hari dapat “dititipkan” ke jaringan PLN dan diperhitungkan sebagai pengurangan tagihan listrik bulanan. Namun, menurut Kementerian ESDM (2024), saat ini kelebihan energi listrik dari PLTS Atap yang masuk ke jaringan PLN tidak lagi diperhitungkan sebagai pengurang tagihan pelanggan. Hal ini berarti, jika sistem panel surya Anda menghasilkan energi lebih banyak daripada yang dikonsumsi secara real-time di rumah, energi tersebut akan masuk ke jaringan PLN secara cuma-cuma tanpa kompensasi finansial.
Kondisi regulasi ini menuntut perubahan strategi dalam perancangan sistem. Pengguna rumah tangga kini mulai beralih ke implementasi skema “Zero Export”. Dalam skema ini, sistem dirancang sedemikian rupa agar produksi listrik dari panel surya benar-benar maksimal digunakan sendiri di lokasi. Untuk mengoptimalkan efisiensi, penggunaan sistem penyimpanan energi atau [LINK INTERNAL: panduan pemilihan baterai ESS untuk rumah tangga] menjadi sangat relevan. Dengan baterai, energi berlebih yang dipanen pada siang hari dapat disimpan dan digunakan kembali pada malam hari, sehingga ketergantungan pada listrik PLN dapat ditekan seminimal mungkin meski tanpa skema ekspor-impor.
Bagaimana Aturan Baru Mengatur Pemasangan PLTS di Rumah Anda?
Memutuskan untuk memasang panel surya saat ini bukan lagi sekadar masalah kemampuan finansial saja. Melainkan juga harus menyesuaikan dengan ketersediaan kuota yang ditetapkan oleh negara. Menurut Kementerian ESDM (2024), kapasitas PLTS Atap yang dapat dipasang oleh konsumen kini dibatasi oleh sistem kuota. Kuota ini disusun untuk periode 5 tahun ke depan guna menjaga stabilitas jaringan listrik nasional.
Pembatasan kuota ini bertujuan agar integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik nasional berlangsung secara teratur. Selain itu, tidak mengganggu kualitas daya listrik bagi pengguna lain. Oleh karena itu, bagi pemilik rumah tipe 36 maupun tipe 70, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan ketersediaan kuota di wilayah masing-masing. Tujuannya agar kapasitas yang diajukan dalam kuota benar-benar sesuai dengan pola konsumsi harian. Sehingga, tidak kekurangan dan tidak juga terlalu berlebihan secara mubazir.
Meskipun ada pembatasan kuota, sisi positifnya adalah proses administrasi yang kini jauh lebih modern dan transparan. PT PLN (Persero) pada tahun 2024 telah meluncurkan fitur perizinan PLTS Atap melalui aplikasi PLN Mobile. Digitalisasi ini bertujuan untuk mempercepat proses permohonan, verifikasi, hingga persetujuan pemasangan bagi calon pelanggan residensial. Dari sisi biaya material, berita baik datang dari pasar global. Berdasarkan data Institute for Essential Services Reform (IESR, 2024), harga modul surya di pasar global telah menyentuh level di bawah $0,15 per Wp. Penurunan harga modul surya secara global ini secara bertahap menurunkan biaya sistem di tingkat konsumen lokal, memberikan peluang bagi lebih banyak masyarakat untuk menjangkau teknologi energi bersih.
Berapa Perbandingan Biaya Panel Surya Tipe 36 vs Tipe 70?

Perbedaan rumah tipe 36 dan tipe 70 dalam penggunaan energi surya terutama terlihat dari kapasitas daya PLN, kebutuhan listrik, dan luas atap yang tersedia untuk panel surya. Rumah tipe 36 umumnya memiliki daya 900–1.300 VA, sedangkan tipe 70 biasanya menggunakan daya 2.200–3.500 VA atau lebih.
Berdasarkan riset IESR (2023), rumah tipe 36 dengan daya 900–1.300 VA umumnya membutuhkan PLTS berkapasitas 1–1,5 kWp untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan listrik pada siang hari. Sementara itu, rumah tipe 70 dengan beban lebih besar, seperti beberapa AC dan pompa air, membutuhkan kapasitas sekitar 2–3 kWp. Perbedaan kapasitas tersebut turut menentukan besarnya investasi awal.
Menurut hasil olah data IESR (2024), biaya PLTS residensial di Indonesia berkisar Rp14 juta–Rp20 juta per kWp dan mencakup panel, inverter, mounting, kabel, serta instalasi. Dengan demikian, sistem 1 kWp untuk rumah tipe 36 membutuhkan sekitar Rp14–20 juta. Untuk rumah tipe 70 dengan kapasitas 3 kWp, investasinya sekitar Rp42–60 juta.
Meski investasi tipe 70 lebih besar, kapasitas sistem yang lebih tinggi juga berpotensi menghasilkan penghematan listrik lebih besar. Periode pengembalian modal dapat dipengaruhi oleh konsumsi energi dan kondisi sistem. Selain kapasitas, kualitas komponen juga penting. Inverter efisien dan mounting tahan korosi mungkin lebih mahal, tetapi dapat meningkatkan keandalan dan umur sistem. Pemilihan komponen yang tepat membantu menghindari biaya pemeliharaan berlebih serta menjaga perhitungan ekonomi investasi tetap realistis.
Berikut adalah tabel estimasi perbandingan biaya antara kedua tipe rumah tersebut:
| Parameter Spesifikasi | Rumah Tipe 36 | Rumah Tipe 70 |
|---|---|---|
| Standar Daya PLN | 900 VA – 1.300 VA | 2.200 VA – 3.500 VA |
| Estimasi Kapasitas PLTS | 1 kWp – 1,5 kWp | 2 kWp – 3 kWp |
| Kebutuhan Luas Atap | ~6 – 10 m² | ~12 – 20 m² |
| Estimasi Total Biaya Pemasangan | Rp14.000.000 – Rp20.000.000 | Rp42.000.000 – Rp60.000.000 |
| Rekomendasi Skema Sistem | On-Grid / Zero Export | Hybrid dengan Baterai (ESS) |
Mengapa LORENTZ Menjadi Solusi Efisiensi Energi Jangka Panjang?
Dalam memilih sistem panel surya, orientasi pada harga termurah seringkali menjadi jebakan yang merugikan di masa depan. Mengingat panel surya adalah investasi jangka panjang, keandalan setiap komponen sangatlah vital. Teknologi LORENTZ hadir sebagai solusi untuk memastikan bahwa setiap watt energi yang dipanen dari matahari dapat dikelola dengan tingkat efisiensi yang maksimal. Sebagai pemimpin pasar dalam sistem energi surya global, LORENTZ menawarkan keandalan tinggi, terutama dalam manajemen beban energi rumah tangga yang kompleks.
Salah satu tantangan terbesar dengan dihapusnya skema ekspor-impor oleh Kementerian ESDM (2024) adalah bagaimana memastikan energi tidak terbuang sia-sia. Di sinilah kualitas kontroler dan manajemen energi dari LORENTZ memainkan peran penting. Dengan teknologi pemantauan yang cerdas, sistem dapat diatur untuk memprioritaskan beban-beban besar (seperti pengisian air atau pendinginan ruangan) tepat pada saat produksi panel surya mencapai puncaknya. Hal ini memastikan investasi komponen berkualitas tetap memberikan imbal hasil optimal meskipun tidak ada lagi kompensasi dari penjualan listrik ke PLN.
Bagi pemilik rumah yang juga memiliki kebutuhan akan distribusi air yang stabil, mengintegrasikan sistem panel surya dengan [LINK INTERNAL: katalog produk pompa air tenaga surya LORENTZ] adalah langkah cerdas untuk efisiensi ganda. Pompa air seringkali menjadi salah satu beban listrik terbesar di rumah tangga. Dengan menggunakan teknologi pompa tenaga surya yang didesain khusus untuk efisiensi tinggi, beban listrik dari PLN dapat dikurangi secara drastis tanpa perlu khawatir tagihan akan membengkak akibat konsumsi pompa air yang terus-menerus. Memilih LORENTZ berarti berinvestasi pada ketenangan pikiran, didukung oleh daya tahan produk yang telah teruji di berbagai kondisi ekstrem, memastikan bahwa rumah tipe 36 maupun tipe 70 Anda tetap mandiri energi untuk puluhan tahun mendatang.
=== ARTIKEL (CLOSING) ===
FAQ
Berapa kisaran harga panel surya untuk rumah tipe 36 dan tipe 70 di tahun 2024?
Berdasarkan data riset IESR tahun 2024, biaya investasi panel surya residensial di Indonesia berkisar antara Rp14.000.000 hingga Rp20.000.000 per kWp. Untuk rumah tipe 36 dengan kapasitas sistem 1 kWp sampai 1,5 kWp, estimasi total biaya pemasangan berada di angka Rp14 juta hingga Rp20 juta. Sementara untuk rumah tipe 70 yang membutuhkan kapasitas lebih besar sekitar 2 kWp hingga 3 kWp, investasi yang diperlukan berkisar antara Rp42 juta hingga Rp60 juta, tergantung pada kualitas komponen dan sistem penyimpanan energi yang digunakan.
Apakah luas atap rumah tipe 36 cukup untuk memasang panel surya?
Ya, luas atap rumah tipe 36 sangat mencukupi untuk pemasangan sistem PLTS Atap standar. Untuk kapasitas 1 kWp hingga 1,5 kWp, area yang dibutuhkan hanya sekitar 6 hingga 10 meter persegi. Luasan ini umumnya tersedia pada sisi atap yang menghadap utara atau selatan, sehingga pemilik hunian tidak perlu khawatir kekurangan ruang meskipun bangunan memiliki dimensi yang minimalis. Sebaliknya, rumah tipe 70 membutuhkan area sekitar 12 hingga 20 meter persegi untuk kapasitas daya yang lebih tinggi.
Bagaimana pengaruh regulasi terbaru terhadap penghematan tagihan listrik?
Sesuai dengan Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, skema ekspor-impor listrik telah dihapus, yang berarti kelebihan energi yang dikirim ke jaringan PLN tidak lagi dihitung sebagai pengurangan tagihan bulanan. Untuk tetap mendapatkan nilai ekonomi yang optimal, pengguna disarankan menerapkan skema “Zero Export” atau menggunakan sistem baterai (ESS). Dengan cara ini, seluruh energi listrik yang dipanen pada siang hari dapat disimpan dan digunakan secara mandiri tanpa ada energi yang terbuang secara cuma-cuma ke jaringan PLN.
Bagaimana cara mengurus izin pemasangan panel surya ke pihak PLN?
Proses perizinan PLTS Atap saat ini telah menjadi lebih mudah melalui digitalisasi. Calon pelanggan dapat melakukan pengajuan melalui fitur perizinan khusus di aplikasi PLN Mobile yang diluncurkan pada pertengahan 2024. Penting untuk diingat bahwa pemasangan kini mengikuti sistem kuota yang ditetapkan oleh pemegang izin usaha listrik seperti PT PLN (Persero) untuk periode 5 tahun ke depan, sehingga Anda perlu memastikan ketersediaan kuota di wilayah Anda sebelum memulai proyek fisik.
Mengapa harga sistem panel surya antar penyedia bisa berbeda jauh?
Variasi harga sangat dipengaruhi oleh spesifikasi teknis dan kualitas material yang digunakan, terutama efisiensi inverter dan daya tahan struktur penyangga. Meskipun harga modul surya global telah turun di bawah $0,15 per Wp, biaya sistem secara keseluruhan tetap bergantung pada fitur cerdas seperti manajemen energi dan garansi jangka panjang. Menggunakan merek berkualitas tinggi seperti LORENTZ memang membutuhkan biaya awal yang kompetitif, namun memberikan jaminan kinerja sistem yang stabil hingga lebih dari 25 tahun, sehingga mencegah biaya perbaikan yang tidak terduga di kemudian hari.
Hubungi tim Suryaqua untuk konsultasi gratis, survey lokasi, dan penawaran resmi:
WhatsApp: +62 811-831-333 (wa.me/62811831333)
Website: suryaqua.com
Email: marketing@suryaqua.com
Alamat: Pergudangan Tanrise B25, Jalan Sruni, Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia
Catatan: Harga dan data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Untuk penawaran resmi dan informasi terkini, silakan hubungi tim Suryaqua langsung via WhatsApp +62 811-831-333 atau kunjungi suryaqua.com.
Referensi
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. “Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2 Tahun 2024 tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap.” 2024. https://jdih.esdm.go.id/peraturan/detail-peraturan/3018
- Institute for Essential Services Reform (IESR). “Indonesia Solar Energy Outlook 2024.” 2024. https://iesr.or.id/pustaka/indonesia-solar-energy-outlook-2024
- PT PLN (Persero). “Siaran Pers: Optimalkan Energi Bersih, PLN Luncurkan Fitur Perizinan PLTS Atap di PLN Mobile untuk Akselerasi Transisi Energi.” 2024. https://web.pln.co.id/media/siaran-pers/2024/07/akselerasi-energi-bersih-pln-hadirkan-layanan-perizinan-plts-atap-lewat-pln-mobile
- Institute for Essential Services Reform (IESR). “Solar Rooftop Guide Book.” 2023. https://iesr.or.id/pustaka/panduan-perencanaan-dan-pemasangan-plts-atap-di-indonesia
- Jurnal IRPI. “Analysis of Rooftop Photovoltaic (PV) System Effectiveness for Building Electricity Bill Reduction.” 2024. https://journal.irpi.or.id/index.php/irpj/article/view/1138
Baca Juga: https://suryaqua.com/2025/06/25/pompa-lorentz-irigasi-ramah-lingkungan/
Ssv-y

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US