Membeli panel surya 2200 watt membutuhkan investasi awal Rp24–36 juta dengan kepemilikan penuh dan ROI 6–8 tahun, sedangkan menyewa cukup bayar bulanan Rp600.000–1.200.000 tanpa biaya instalasi. Dalam jangka 10+ tahun, membeli jauh lebih menguntungkan secara finansial. Namun menyewa menawarkan kemudahan dan nol risiko perawatan.
Di Indonesia, model sewa panel surya masih baru tapi mulai dikenal melalui penyedia seperti SolarKita. Konsepnya: panel dipasang gratis di atap Anda, Anda bayar biaya bulanan tetap, dan after 10–15 tahun panel menjadi milik Anda.
Cara Kerja Sewa Panel Surya
Penyedia sewa (lessor) memasang sistem di atap Anda tanpa biaya. Anda membayar biaya bulanan tetap atau berdasarkan listrik yang dihasilkan. Kontrak umumnya 10–15 tahun. Setelah kontrak selesai, kepemilikan beralih ke Anda dengan nilai sisa.
Keuntungan utama: tidak ada biaya awal, perawatan ditanggung lessor, dan Anda langsung menikmati listrik lebih murah. Kerugian: total biaya lebih tinggi dalam jangka panjang.
Perbandingan Beli vs Sewa
| Beli | Sewa (Lease-to-Own) | |
| Biaya Awal | Rp26–36 juta | Rp0–Rp5 juta |
| Biaya Bulanan | Rp0 (setelah lunas) | Rp600.000–1.200.000 |
| Perawatan | Sendiri (Rp300rb/thn) | Lessor |
| Kepemilikan | Langsung | Setelah kontrak |
| Total 10 Tahun | Rp28–39 juta | Rp72–144 juta |
| Total 20 Tahun | Rp32–45 juta | Rp84–168 juta (asumsi beli di thn 15) |
| Fleksibilitas | Bisa dijual/dipindah | Terikat kontrak |
Simulasi: Beli vs Sewa 2200 Watt
Beli Cash
– Biaya sistem: Rp30.000.000
– Penghematan listrik: Rp350.000/bulan
– Biaya perawatan: Rp25.000/bulan (rata-rata)
– Cashflow bersih per bulan setelah lunas: +Rp325.000
– Total 15 tahun: +Rp28.500.000 (setelah dikurangi biaya sistem)
Sewa
– Biaya sewa: Rp900.000/bulan
– Penghematan listrik: Rp350.000/bulan
– Cashflow bersih per bulan: -Rp550.000
– Setelah 15 tahun: sistem jadi milik Anda
– Total 15 tahun: -Rp99.000.000 (jauh lebih mahal)
Dalam jangka panjang, membeli selalu lebih menguntungkan secara finansial.
Kapan Menyewa Masuk Akal?
Sewa cocok jika Anda tidak punya dana awal sama sekali dan tidak bisa mengakses kredit. Atau jika Anda akan pindah rumah dalam 3–5 tahun dan tidak ingin repot membongkar-pasang sistem. Atau jika Anda tidak ingin memikirkan maintenance sama sekali.
FAQ — Beli vs Sewa Panel Surya 2200 Watt
Apakah ada perusahaan sewa panel surya di kota saya?
SolarKita dan Xurya melayani Jabodetabek dan kota besar. Cakupan masih terbatas. Tanyakan ke vendor lokal tentang opsi sewa di daerah Anda.
Apakah sewa bisa dihentikan di tengah kontrak?
Bisa, tapi biasanya ada penalti. Baca klausul pemutusan kontrak dengan teliti sebelum tanda tangan. Penalti umumnya 2–6 bulan biaya sewa.
Apakah panel sewa bisa dibeli di akhir kontrak?
Ya, ini model lease-to-own. Di akhir kontrak, Anda bisa membeli sistem dengan harga nilai sisa (biasanya 10–20% dari harga awal). Kepemilikan beralih ke Anda.
Lebih baik kredit atau sewa?
Kredit (KTA 0%) jauh lebih menguntungkan daripada sewa dalam jangka panjang. Dengan KTA, total biaya sama dengan cash, dan sistem langsung milik Anda. Sewa lebih mahal tapi lebih praktis.
Membeli tetap lebih menguntungkan secara finansial. Tapi jika dana benar-benar terbatas, menyewa adalah alternatif yang valid. Diskusikan dengan tim Suryaqua: WA +62 811-8112-828 atau suryaqua.com.

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US