Studi kasus balik modal pompa surya ini berdasarkan pengalaman nyata petani dan peternak Indonesia yang beralih dari pompa diesel ke pompa air tenaga surya LORENTZ. Ketiga kasus menunjukkan ROI tercapai dalam 1,5–3 tahun — jauh lebih cepat dari perkiraan konservatif.
Kasus 1: Peternak Sapi di Jawa Timur
Profil:
– 20 ekor sapi perah, butuh 5.000 liter air/hari
– Sumur kedalaman 18 meter
– Sebelumnya pakai pompa diesel 1,5 PK
– BBM: 2 liter solar/hari = Rp 24.000/hari
Solusi LORENTZ: PS2-100 dengan 1 panel 200Wp
Investasi: Rp 9.500.000 (pompa + panel + instalasi)
Penghematan:
– BBM: Rp 24.000 × 365 = Rp 8.760.000/tahun
– Perawatan diesel: Rp 1.500.000/tahun
– Total hemat: Rp 10.260.000/tahun
ROI: 9.500.000 ÷ 10.260.000 = 11 bulan
“Setahun pertama sudah balik modal. Sekarang saya tidak pusing cari solar lagi. Air keluar sendiri tiap matahari terbit.” — Suparno, peternak, Blitar
Kasus 2: Petani Sayur di Lembang, Bandung
Profil:
– 0,5 hektar kebun sayur (wortel, brokoli, tomat)
– Butuh 15.000 liter/hari untuk irigasi tetes
– Sumur kedalaman 35 meter
– Sebelumnya pakai pompa listrik PLN 1 HP
Solusi LORENTZ: S1-200 dengan 2 panel 200Wp
Investasi: Rp 17.000.000
Penghematan:
– Listrik: Rp 650.000/bulan × 12 = Rp 7.800.000/tahun
– Perawatan: Rp 800.000/tahun
– Total hemat: Rp 8.600.000/tahun
ROI: 17.000.000 ÷ 8.600.000 = 2 tahun
Kasus 3: Tambak Udang di Lampung
Profil:
– 2 hektar tambak udang, butuh sirkulasi air kontinu
– Air dari kanal, head rendah (5 meter)
– Sebelumnya 2 pompa diesel 3 PK bergantian
– BBM: 8 liter/hari = Rp 96.000/hari
Solusi LORENTZ: PS2-400 dengan 4 panel 200Wp
Investasi: Rp 52.000.000
Penghematan:
– BBM: Rp 96.000 × 365 = Rp 35.040.000/tahun
– Perawatan 2 diesel: Rp 5.000.000/tahun
– Total hemat: Rp 40.040.000/tahun
ROI: 52.000.000 ÷ 40.040.000 = 1,3 tahun
Untuk hitungan detail ROI, baca ROI pompa air tenaga surya dan faktor yang mempengaruhi ROI.
FAQ — Studi Kasus Balik Modal Pompa Surya
Apakah hasil studi kasus ini bisa diterapkan di daerah saya?
Ya, prinsip dasarnya sama untuk seluruh Indonesia yang memiliki insolasi matahari rata-rata 4,5-5,7 jam per hari. Yang membedakan adalah harga BBM atau listrik di daerah Anda dan kedalaman sumur. Tabel perhitungan di atas menggunakan harga standar, jadi Anda tinggal mengganti angka sesuai kondisi lapangan.
Berapa modal minimal untuk investasi pompa surya berdasarkan kasus nyata?
Dari studi kasus di atas, investasi terkecil adalah Rp 9,5 juta untuk peternak sapi dengan kebutuhan 5.000 liter/hari. Untuk kebutuhan lebih kecil, tersedia paket LORENTZ PS2-100 mulai Rp 8-10 juta. Bandingkan dengan biaya BBM Rp 700-900 ribu per bulan — investasi akan kembali dalam waktu kurang dari setahun.
Apa jenis usaha yang paling cepat balik modal pakai pompa surya?
Tambak udang di Lampung menunjukkan ROI paling cepat karena biaya BBM sangat besar (2 pompa diesel bergantian). Semakin besar biaya energi yang digantikan, semakin cepat ROI. Urutan dari tercepat: tambak/kolam dengan pompa besar, peternakan sapi, irigasi sayur, dan kebutuhan rumah tangga.
Bagaimana cara memilih kapasitas pompa surya yang sesuai dengan usaha saya?
Hitung dulu kebutuhan air harian dan head total (kedalaman sumur + tinggi angkat). Konsultasikan angka ini dengan teknisi Suryaqua untuk rekomendasi tipe pompa LORENTZ yang tepat. Sizing yang akurat memastikan investasi tidak membengkak dan ROI sesuai perhitungan.
Konsultasi studi kasus untuk usaha Anda: WA +62 811-8112-828 | www.suryaqua.com

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US