PLTS untuk pertanian adalah sistem panel surya yang menggerakkan pompa air untuk irigasi lahan pertanian tanpa bergantung pada listrik PLN atau bahan bakar diesel. Di Indonesia, solusi ini semakin diminati petani karena harga BBM yang tidak stabil dan biaya listrik yang terus naik.
Manfaat Utama PLTS untuk Irigasi
Petani menghadapi dua biaya besar dalam irigasi: listrik untuk pompa dan bahan bakar untuk genset. PLTS menghilangkan kedua biaya ini sekaligus. Panel surya menghasilkan listrik gratis dari matahari — sumber yang melimpah di Indonesia sepanjang tahun.
Sistem ini sangat cocok untuk:
– Sawah padi yang butuh air kontinu
– Kebun sayur dan hortikultura
– Greenhouse dengan irigasi tetes
– Perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao
– Tambak udang dan ikan
Cara Kerja Sistem
Panel surya menghasilkan listrik DC → controller MPPT mengoptimalkan daya → motor DC menggerakkan pompa → air dipompa dari sumur/sungai/waduk → dialirkan ke lahan atau ditampung di tandon.
Tidak perlu baterai — air bisa ditampung di tandon atau embung sebagai “penyimpanan”. Pompa hanya bekerja saat matahari bersinar, yang justru sinkron dengan kebutuhan air tanaman yang tertinggi di siang hari.
Memilih Kapasitas yang Tepat
| Lahan | Kebutuhan Air/Hari | Rekomendasi Panel | Pompa | Estimasi Biaya |
|---|---|---|---|---|
| 0,25 ha | 10.000 L | 200 Wp (1 panel) | PS2-100 / S1-200 | Rp 8–12 juta |
| 0,5 ha | 25.000 L | 400 Wp (2 panel) | S1-200 | Rp 15–20 juta |
| 1 ha | 50.000 L | 800 Wp (4 panel) | PS2-150 | Rp 28–35 juta |
| 2 ha | 100.000 L | 1.500 Wp (6 panel) | PS2-400 | Rp 50–65 juta |
| 5+ ha | 250.000+ L | 3+ kWp | PS2-1800 / PSk | Rp 120+ juta |
Biaya di atas termasuk panel, pompa LORENTZ, controller, dan instalasi dasar.
Insentif Pemerintah untuk Pertanian
Kementerian Pertanian dan Kementerian ESDM memiliki program bantuan pompa air tenaga surya untuk petani. Beberapa daerah juga memberikan subsidi. Suryaqua sebagai sole agent LORENTZ bisa membantu proses pengajuan bantuan ini.
Untuk informasi tentang ROI dan balik modal, baca biaya instalasi pompa air tenaga surya dan distributor Lorentz Indonesia.
FAQ — PLTS Irigasi Pertanian
Apakah pompa air tenaga surya bisa digunakan saat hujan?
Pompa bekerja lebih lambat saat cuaca mendung karena daya panel berkurang, namun tetap berfungsi selama masih ada cahaya. Solusi praktisnya, air dipompa saat cuaca cerah dan ditampung di tandon untuk digunakan saat hujan atau malam hari.
Berapa biaya operasional pompa tenaga surya per bulan?
Biaya operasional praktis nol karena sumber energi berasal dari sinar matahari yang gratis. Pompa DC LORENTZ juga tidak memerlukan bahan bakar atau listrik PLN. Perawatan hanya pembersihan panel surya dari debu setiap 1–2 bulan sekali.
Apa kelebihan pompa DC dibanding pompa AC biasa untuk irigasi?
Pompa DC langsung menggunakan listrik dari panel surya tanpa konversi, sehingga lebih efisien (tidak ada rugi konversi inverter). Pompa DC LORENTZ juga memiliki MPPT internal yang mengoptimalkan daya panel secara otomatis. Efisiensi total sistem pompa DC bisa 20–30% lebih tinggi dibanding pompa AC.
Apakah ada bantuan pemerintah untuk pompa irigasi tenaga surya?
Ya, Kementerian Pertanian dan Kementerian ESDM memiliki program bantuan pompa air tenaga surya untuk kelompok tani. Beberapa pemerintah daerah juga memberikan subsidi tambahan. Suryaqua sebagai sole agent LORENTZ bisa membantu proses pengajuan bantuan ini.
Konsultasi gratis untuk petani: WA +62 811-8112-828 | www.suryaqua.com

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US