Biaya investasi PLTS atap yang mencapai Rp 22–32 juta untuk sistem 2.200 WP memang tidak sedikit. Tapi kabar baiknya: sekarang ada banyak opsi kredit panel surya rumah 2026 yang membuat Anda tidak perlu membayar lunas di awal. Cukup DP Rp 4–6 juta, cicilan per bulan mulai Rp 700 ribuan.
Artikel ini mengulas semua skema cicilan panel surya yang tersedia di Indonesia tahun 2026: dari kredit bank konvensional, pembiayaan leasing, hingga program KPR hijau. Lengkap dengan perbandingan bunga, tenor, dan simulasi angsuran.
Perbandingan Skema Kredit Panel Surya Rumah
Tidak semua lembaga pembiayaan menawarkan produk kredit panel surya dengan syarat yang sama. Berikut perbandingan tiga skema utama yang bisa Anda pilih:
| Skema Pembiayaan | DP Minimal | Bunga per Tahun | Tenor | Cicilan per Bulan (Rp) | Keunggulan Utama |
|---|---|---|---|---|---|
| Kredit Multiguna Bank | 10–20% | 8–12% (flat) | 1–5 tahun | 750.000 – 1.200.000 | Proses cepat, dana cair langsung, bebas beli di penyedia mana pun |
| Pembiayaan Leasing (perusahaan pembiayaan) | 0–15% | 6–10% (efektif) | 3–6 tahun | 650.000 – 1.000.000 | Bunga lebih rendah, bisa DP 0%, tenor panjang |
| KPR Hijau / Renovasi Hijau | 0% (masuk KPR) | 5–8% (efektif) | 5–15 tahun | 400.000 – 700.000 | Bunga paling rendah, tenor terpanjang, cicilan ringan |
Simulasi di atas untuk pembiayaan sistem PLTS on-grid 2.200 WP senilai Rp 27 juta.
Catatan: Suku bunga bersifat fluktuatif dan bisa berbeda antar lembaga. Selalu konfirmasi suku bunga terkini saat pengajuan.
Kredit Multiguna Bank untuk Panel Surya
Skema paling umum untuk kredit panel surya rumah 2026 adalah kredit multiguna dari bank konvensional. Beberapa bank di Indonesia seperti Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI menawarkan produk ini dengan plafon mulai Rp 10 juta hingga Rp 200 juta.
Cara kerjanya sederhana: Anda mengajukan pinjaman dana tunai sebesar harga sistem PLTS yang akan dibeli. Setelah dana cair, Anda membeli panel surya dan jasa instalasi dari penyedia pilihan sendiri. Cicilan tetap setiap bulan selama tenor yang disepakati.
Persyaratan umum kredit multiguna untuk panel surya:
- Warga Negara Indonesia dengan KTP
- Usia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun saat pinjaman lunas
- Penghasilan tetap minimal Rp 3–5 juta per bulan
- Slip gaji atau SPT tahun terakhir untuk karyawan
- Rekening koran 3–6 bulan terakhir untuk wiraswasta
- Jaminan (bisa berupa SHM rumah atau BPKB kendaraan)
Kelemahan utama skema ini: bunganya relatif lebih tinggi dibanding kredit kepemilikan rumah, dan Anda harus menyediakan agunan. Namun kelebihannya, proses pencairan cepat — biasanya 3–7 hari kerja setelah dokumen lengkap.
Pembiayaan Leasing tanpa DP
Perusahaan pembiayaan (multifinance) mulai melirik pasar panel surya rumah tangga. Beberapa perusahaan seperti Adira Finance, FIFGROUP, dan BAF menawarkan produk khusus pembiayaan energi terbarukan dengan syarat yang lebih fleksibel.
Keunggulan utama skema leasing untuk kredit PLTS rumah:
DP ringan atau bahkan tanpa DP. Beberapa program promosi menawarkan DP 0 persen untuk sistem PLTS atap. Anda cukup membayar biaya administrasi di awal sekitar Rp 500.000–Rp 1.000.000.
Tenor lebih panjang. Leasing umumnya menawarkan tenor 3–6 tahun, lebih panjang dari kredit multiguna bank yang rata-rata 1–5 tahun. Tenor panjang membuat cicilan per bulan lebih ringan.
Proses lebih mudah. Perusahaan pembiayaan biasanya tidak meminta agunan tambahan karena barang yang dibiayai (panel surya dan inverter) berfungsi sebagai jaminan. Ini mirip skema kredit motor atau elektronik.
Namun perlu diperhatikan: suku bunga efektif pada tahun-tahun awal lebih tinggi karena sistem perhitungan bunga menurun (efektif). Pastikan Anda memahami simulasi angsuran sebelum menandatangani perjanjian.
KPR Hijau: Opsi Paling Murah
Jika Anda sedang dalam proses membeli rumah atau masih memiliki cicilan KPR, opsi KPR Hijau patut dipertimbangkan sebagai cara mendapatkan kredit panel surya rumah 2026 dengan bunga paling rendah.
Bank BTN, Bank Mandiri, dan beberapa bank pembangunan daerah (BPD) sudah memiliki program KPR Hijau atau KPR Renovasi Hijau. Skema ini memungkinkan biaya pemasangan PLTS atap dimasukkan ke dalam plafon KPR yang sudah ada (top-up) atau digabung dalam pengajuan KPR baru.
Keunggulan KPR Hijau:
- Bunga 5–8% per tahun — jauh lebih rendah dari kredit multiguna atau leasing
- Tenor hingga 15 tahun — cicilan bisa serendah Rp 400.000 per bulan
- DP 0% karena biaya PLTS menyatu dengan pembiayaan rumah
Kekurangannya: proses lebih panjang karena terkait sertifikasi rumah dan appraisal properti. Selain itu, tidak semua bank memiliki program ini — Anda mungkin perlu mencari bank yang secara khusus menawarkan produk pembiayaan ramah lingkungan.
Cara Memilih Skema Kredit Panel Surya yang Tepat
Setiap skema kredit panel surya rumah 2026 punya kelebihan dan kekurangan. Berikut panduan memilih berdasarkan situasi keuangan Anda:
Pilih kredit multiguna bank jika: Anda sudah punya agunan (SHM/BPKB), butuh dana cepat, dan ingin bebas memilih penyedia jasa panel surya. Skema ini cocok untuk Anda yang punya dana DP dan bisa menyicil dalam waktu 1–3 tahun.
Pilih pembiayaan leasing jika: Anda tidak punya agunan tambahan, ingin tenor panjang dengan cicilan ringan, dan lebih suka proses tanpa ribet. DP 0% yang ditawarkan beberapa leasing sangat membantu jika anggaran awal terbatas. Untuk informasi detail tentang distributor resmi yang bisa membantu proses ini, kunjungi halaman Distributor LORENTZ Indonesia.
Pilih KPR Hijau jika: Anda sedang memiliki atau mengajukan KPR, mengincar bunga paling rendah, dan siap dengan proses yang lebih panjang. Ini adalah opsi paling murah dalam jangka panjang.
Simulasi Cicilan Bulanan
Agar lebih tergambar, berikut simulasi kredit panel surya rumah 2026 untuk sistem PLTS 2.200 WP senilai Rp 27 juta:
Kredit Multiguna Bank (DP 20% = Rp 5,4 juta, pokok pinjaman Rp 21,6 juta)
– Tenor 3 tahun: cicilan Rp 750.000 – Rp 800.000/bulan
– Tenor 5 tahun: cicilan Rp 520.000 – Rp 580.000/bulan
– Total bunga dibayar: Rp 5,4 – 8,6 juta
Leasing (DP 0%, pokok pinjaman Rp 27 juta)
– Tenor 4 tahun: cicilan Rp 700.000 – Rp 780.000/bulan
– Tenor 6 tahun: cicilan Rp 520.000 – Rp 590.000/bulan
– Total bunga dibayar: Rp 6,6 – 10,8 juta
KPR Hijau (DP 0%, pokok pinjaman Rp 27 juta)
– Tenor 5 tahun: cicilan Rp 530.000 – Rp 560.000/bulan
– Tenor 10 tahun: cicilan Rp 310.000 – Rp 340.000/bulan
– Total bunga dibayar: Rp 4,8 – 10,2 juta
Penting untuk diperhatikan: total bunga yang dibayar selama tenor mungkin terlihat besar, tapi jika dibandingkan dengan penghematan listrik bulanan yang mencapai Rp 350.000–470.000 untuk sistem 2.200 WP, sebagian besar cicilan sudah tertutup oleh penghematan tagihan listrik.
Syarat Pengajuan Kredit Panel Surya
Meskipun setiap lembaga pembiayaan punya persyaratan spesifik, berikut dokumen standar yang umumnya diperlukan untuk mengajukan kredit panel surya rumah 2026:
- Fotokopi KTP (suami-istri jika sudah menikah)
- Fotokopi Kartu Keluarga
- Fotokopi NPWP
- Slip gaji 3 bulan terakhir atau SPT Tahunan untuk karyawan
- Rekening koran 3–6 bulan terakhir untuk wiraswasta
- Surat keterangan kerja atau SIUP untuk usaha
- Fotokopi PBB dan SHM rumah (sebagai lokasi pemasangan)
- Surat penawaran atau invoice dari penyedia jasa instalasi PLTS
Proses pengajuan rata-rata memakan waktu 3–14 hari kerja tergantung kelengkapan dokumen dan kebijakan masing-masing lembaga.
Langkah Selanjutnya
Kredit panel surya rumah 2026 bukan sekadar cicilan — ini adalah investasi yang membayar dirinya sendiri melalui penghematan listrik bulanan. Dengan berbagai opsi pembiayaan yang tersedia, mulai dari kredit bank, leasing, hingga KPR hijau, hampir semua rumah tangga bisa memiliki PLTS atap tanpa harus membayar lunas di awal.
FAQ — Kredit Panel Surya Rumah
Apakah penghematan listrik bisa menutupi cicilan panel surya?
Untuk sistem 2.200 WP, penghematan listrik rata-rata Rp 350.000–470.000 per bulan, sementara cicilan kredit panel surya dengan tenor 5 tahun berkisar Rp 520.000–780.000 per bulan. Artinya, sekitar 50–70% cicilan sudah tertutup oleh penghematan tagihan listrik. Sisa cicilan bisa dianggap sebagai biaya investasi untuk kepemilikan aset panel surya.
Apakah bisa mengajukan kredit panel surya tanpa DP?
Bisa. Beberapa perusahaan pembiayaan (leasing) menawarkan skema DP 0% untuk panel surya, terutama melalui program promosi. Anda hanya perlu membayar biaya administrasi di awal sekitar Rp 500.000–1.000.000. Skema KPR Hijau juga memungkinkan Anda memasukkan biaya PLTS ke dalam plafon KPR tanpa DP tambahan.
Berapa skor kredit yang dibutuhkan untuk pengajuan?
Untuk pengajuan kredit multiguna bank, umumnya diperlukan skor kredit BI Checking (SLIK) yang baik, yaitu kolektibilitas 1 (lancar) dan tidak memiliki catatan kredit macet dalam 2 tahun terakhir. Untuk leasing, persyaratan lebih longgar karena barang yang dibiayai berfungsi sebagai jaminan. Pastikan riwayat kredit Anda bersih sebelum mengajukan.
Apakah panel surya bisa dipindahkan jika pindah rumah?
Bisa, namun ada biaya bongkar pasang yang cukup signifikan, sekitar 30–40% dari biaya instalasi awal. Prosesnya meliputi pembongkaran panel dari atap lama, transportasi, dan pemasangan di atap baru. Jika jarak antar rumah tidak terlalu jauh dan struktur atap baru kompatibel, pemindahan masih layak dilakukan secara teknis dan ekonomis.
Tim Suryaqua siap membantu Anda dari awal hingga akhir: mulai dari konsultasi sistem, survei lokasi, pengajuan pembiayaan, hingga instalasi dan commissioning.
Konsultasi gratis via WhatsApp: +62 811-8112-828
Website: www.suryaqua.com
Jangan ragu untuk menghubungi kami — tim profesional Suryaqua akan membantu Anda memilih skema kredit panel surya yang paling sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan listrik rumah Anda.

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.
MORE ABOUT US