Kalkulator balik modal pompa surya menggunakan 4 variabel utama: insolasi harian lokasi Anda, kedalaman sumur, kebutuhan air harian, dan biaya energi alternatif (BBM/listrik). Dengan data ini, Anda bisa menghitung kapan investasi pompa surya mencapai titik impas.

Metode Perhitungan ROI

Langkah 1: Hitung Energi yang Dibutuhkan

Rumus dasar energi hidrolik:

Energi (kWh/hari) = (Volume air × Head total × 9,81) ÷ (3.600.000 × Efisiensi pompa)

Di mana volume dalam liter, head dalam meter, efisiensi pompa ~50%.

Contoh: 25.000 L/hari, head 30 meter:

Energi = (25.000 × 30 × 9,81) ÷ (3.600.000 × 0,5)
       = 7.357.500 ÷ 1.800.000
       = 4,09 kWh/hari

Langkah 2: Hitung Panel yang Dibutuhkan

Panel (kWp) = Kebutuhan energi ÷ Peak sun hours ÷ Faktor losses

Panel = 4,09 kWh ÷ 5 jam ÷ 0,75 = 1,09 kWp → pakai 1,2 kWp (6 panel @200Wp)

Langkah 3: Hitung Biaya Sistem

  • Pompa + motor + controller: Rp 8.000.000
  • Panel: 6 × Rp 1.400.000 = Rp 8.400.000
  • Instalasi + aksesori: Rp 3.000.000
  • Total investasi: Rp 19.400.000

Langkah 4: Hitung Biaya Alternatif per Tahun

  • Pompa diesel: BBM + perawatan = ~Rp 15.000.000/tahun
  • Pompa listrik PLN: Listrik + perawatan = ~Rp 7.800.000/tahun

Langkah 5: Hitung Payback Period

Payback (vs diesel) = Rp 19.400.000 ÷ Rp 15.000.000 = 1,3 tahun
Payback (vs PLN)   = Rp 19.400.000 ÷ Rp 7.800.000  = 2,5 tahun

Faktor Penyesuaian per Lokasi

Lokasi PSH Faktor Koreksi
Jawa, Bali 5,2–5,5 ×1,0 (baseline)
Sumatera 4,8–5,2 ×1,05
NTT, NTB 5,5–5,7 ×0,95 (lebih cepat balik)
Kalimantan 4,5–5,0 ×1,1
Papua pegunungan 4,0–4,5 ×1,2

Untuk simulasi detail, gunakan software COMPASS dari LORENTZ — gratis untuk mitra layanan.

Untuk studi kasus nyata, baca studi kasus balik modal pompa surya dan faktor yang mempengaruhi ROI.

Baca Juga :  "Cara Memilih Kontraktor PLTS Terpercaya di Indonesia: Tips dan Checklist"

FAQ — Kalkulator Balik Modal Pompa Surya

Data apa saja yang dibutuhkan untuk menghitung ROI pompa surya?

Anda perlu mengetahui empat data utama: kedalaman sumur atau head total (meter), kebutuhan air harian (liter), lokasi untuk menentukan insolasi matahari, dan biaya energi alternatif saat ini (BBM atau listrik per bulan).

Apakah rumus ini akurat untuk semua jenis pompa?

Rumus dasar sama untuk semua pompa surya, tapi koefisien efisiensi pompa berbeda-beda. Pompa LORENTZ helical rotor memiliki efisiensi lebih tinggi dibanding pompa centrifugal biasa, sehingga hasil perhitungan akan lebih akurat dengan data spesifik dari pabrikan.

Bagaimana cara mengetahui insolasi di lokasi saya?

Insolasi atau peak sun hours (PSH) bisa dicek melalui data BMKG atau software COMPASS dari LORENTZ yang gratis untuk mitra layanan. Rata-rata Indonesia memiliki PSH 4,5–5,7 jam per hari tergantung wilayah.

Apakah faktor koreksi lokasi signifikan mempengaruhi ROI?

Ya, perbedaan insolasi antar wilayah bisa mengubah waktu balik modal hingga 20%. Daerah seperti NTT dengan PSH lebih tinggi akan balik modal lebih cepat dibanding Kalimantan yang lebih sering mendung.

Konsultasi hitung ROI: WA +62 811-8112-828 | www.suryaqua.com

Sebagai perusahaan yang mendukung penghematan energi, maka Kami menawarkan solusi kepada anda yang memiliki tagihan listrik sampai jutaan rupiah terkait penggunaan pembangkit listrik tenaga surya. Ada banyak Paket PLTS untuk Rumah yang dapat anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

MORE ABOUT US